Salahkah jika Zhandia sedikit perhatian dengan lawan jenisnya…?. Semua itu fitrah adanya, Allah telah menganugrahkan rasa yang dapat membuat perasaan menjadi tak karuan. Dan akan membawa seorang penikmatnya banting stir jika tak pandai mengelolanya.
Sepenggal kisah cinta Zhandia…., at the moment seorang Zhandia yang polos and cool tetap berusaha menjaga dirinya dengan baik. Pakaian yang sar’I yang selalu ia kenakan membuat seorang Zhandia semakin teduh untuk dipandangi lebih lama. Toni salah satu Close friend yang selalu membantunya di saat kesusahan membuat Zhandia harus memberikan perhatian lebih terhadapnya. Tanpa ia sadari ternyata Zhandia sedang menyemai racun asmara. Sesekali perasaan itu masih bisa ditepisnya, dan kembali mendekat pada yang maha membolak-mbalikan hati manusia. Ya Allah selamatkan hati ku, jangan biarkan hati ini terkotori oleh perasaan itu. Yang membuat galau hati ku. Jauhkan aku dari perasaan-perasaan yang dapat membuat Mu jauh dari ku. (kekhawatiran Zhandia saat perasaan itu mulai mengelayuti pikiranya).
At the moment Zhandia dan teman-temanya KKN pergi ke pantai untuk refresing. Harapanya suasana yang akan ia nikmati bersama teman-temanya akan membuat fikiran benar-benar frezz. Tetapi semua bayangan indah Zhandia tak terwujud, justru sepulagnya dari pantai Zhandia semakin penat. Dengan sepontan sikaf Zhandia berubah. Ada perasaan kecewa saat seseorang yang ia anggap lebih dekat, yang selama ini ia berikan perhatian lebih sedang asyik bersama Tiwi (temen deket Zhandia juga).
This day is very bad for me (ucap Zhandia dalam hati). Nothing interes story at this moment. Aku hanya menjadi seorang penumpang membisu di belakang Toni diatas motor buntut satu-satunya.. Tak lama lagi KKN usai, banyak yang harus disiapkan. Mengecek proker yang belum terlaksana, membuat laporan kerja juga mempersiapkan perpisahan dengan anak-anak dan para sesepuh desa Jati Arum. Waktu yang tinggal sebentar lagi itu tidak bisa aku gunakan dengan baik. Aku lebih memilih diam saat itu, dan semakin menjauh dari Toni. Tak ada lagi acara makan malam bersama.
Aku tak tau apa yang ada dalam pikiran Toni saat itu. Kalau boleh aku meminta jangan kenalkan aku untuk kedua kalinya. Sebongkah perasaan telah menghancurkan jiwa dan persahabatan yang selama ini baik-baik saja. Inikah rasanya……
Terjadi penurunan yang cukup siknifikan pada diri Zhandia. Pakaian yang dulu selalu ia jaga kini sudah bisa ditawar-tawar lagi. Rok panjang yang dulu membuat Zhandian semakin anggun berganti dengan pakaian yang sedikit simple. Kerudung panjang yang dulu teruntai menutupi dada, kini hanya melilit-lilit dilehernya. Begitulah saat sebongkah rasa yang telah Allah anugrahkan tak mampu untuk dikelola. Hanya Arum yang bisa mengerti hati Zhandia. Arum berusaha untuk mengembalikan Zhandia seperti yang pernah ia kenal. Yang polos, yang pandai menasehati dan selalu memaafkan apa yang telah terjadi. Bukan Zhandia yang pendiam, yang sebentar-sebentar meneterkan air mata.
That night Arum mengajak Zhandia keluar sekedar menikmati es crim dan suasana malam galeri. Hanya dengan Arumlah semua perasaan hati bisa ku utarakan semuanya. Ada asupan nasehat yang bisa aku serap dari Arum (gadis manis berkacamata tebal). Sengaja Arum mengajak ku untuk tidak datang ke lokasi KKN. Next day dengan gitar akustiknya bang Sam mencoba untuk menghibur kami dengan sebuah lagu yang dapat mewakili perasaan ku saat itu.
Disisi lain ternyata Toni merasakan perubahan yang terjadi pada diri ku. Diam-diam Toni menghampiriku saat aku sedang asyik mengontrol schedule KKN. Jantung ku berdegup kencang bagaikan sedang ketemu seekor macan. Toni memulai pembicaraan, sedikit serius. Itu terlihat dari guratan halus diwajahnya.
Zhandia….(suara Toni mencoba untuk mengawali). Aku perhatikan akhir-akhir ini agak sedikit aneh. Sudah satu minggu kamu tak menegur ku. Sering tidak balas sms dari ku, juga jarang datang ke posko. Waktu kita KKN tinggal sebentar lagi, sejak awal penduduk desa sudah bilang bahwa kita adalah kelompok yang solid. Tetapi caramu yang seperti ini sangat berpengaruh pada kekompakkan. Aku tak bisa membaca hati mu, aku tak tau apa masalah mu. Aku hanya bisa menyimpulkan dari perubahan sikaf mu. Mungkinkah penyebabnya dari diri ku?, jika iya, tolong tunjukkan kesalahan yang telah ku lakukan pada mu. Sungguh jadilah Zhandia yang dulu, yang selalu bisa berbagi kesenagan dan kesedihan. Maafkan aku……Jika engkau tau, aku sakit melihat mu begini. Untaian kata panjang terucapkan begitu lancar dari bibir Toni. Sementara Zhandia hanya bisa tertunduk, dan butiran bening membasahi pipinya. Tak satupun kata yang mampu ku ucapkan pada Toni. Sekali lagi Maafkan aku. Aku tak ingin membuat mu menangis. Hapuslah air mata mu. Disodorkanya saputangan warna biru miliknya. Aku yakin setelah ini kamu akan kembali menjadi Zhandia ku.
Finnaly Zhandia kembali seperti harapan teman-temanya. Mengisi KKN full interest memory dan lebih bermanfaat. Asupan kata-kata dari Toni juga dari Arum mampu mengembalikan diri ku dan menjadikan ku lebih bisa menerima atas kemungkinan-kemungkinan lain yang belum pasti terjadi.
Bersyukurlah atas segala nikmat yang telah Allah karuniakan kepada mu, tetang sahabat-sahabat disekitar mu dan tentang sebongkah rasa saling memiliki.
Thank 4 my best friend
try again and never stop